TPID LOMBOK BARAT RAIH PREDIKAT TPID BERPRESTASI REGIONAL NUSRA-MALUKU-PAPUA


TPID LOMBOK BARAT RAIH PREDIKAT TPID BERPRESTASI REGIONAL NUSRA-MALUKU-PAPUA

Keterangan Gambar : BUPATI LOMBOK BARAT MENERIMA PENGHARGAAN TPID BERPRESTASI


Kabupaten Lombok Barat akhirnya mencetak prestasi membanggakan di bidang ekonomi, khususnya pengendalian Inflasi. Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Barat berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten/kota berprestasi non IHK untuk regional Nusra-Maluku-Papua, penghargaan bergengsi ini diserahkan secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Bupati Kabupaten Lombok Barat H.Fauzan Khalid S.Ag.,M.Si.

Pengukuran kinerja TPID didasarkan atas pembobotan dari dua aspek penilaian, yakni aspek proses (process) dan aspek keluaran (output).  Dalam melakukan penilaian Pokja Daerah TPIP melakukan verifikasi dokumen penilaian yang disampaikan TPID pada aspek proses untuk komponen Koordinasi, Rekomendasi Kebijakan dan Akuntabilitas , External reviewer akan melakukan verifikasi dokumen penilaian yang disampaikan TPID pada aspek keluaran untuk komponen Inovasi Program , Penilaian kinerja TPID memperhatikan aspek tata kelola pemerintahan daerah yang baik (good governance) selama periode penilaian, Dalam hal TPID ditetapkan sebagai nominasi pemenang.

Komponen aspek keluaran dimaksudkan untuk mereview pelaksanaan program unggulan yang dilaksanakan TPID dalam upaya pengendalian inflasi di daerahnya dan telah mencerminkan/mengimplementasikan program 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif). Ringkasan program unggulan/inovasi program TPID disampaikan TPID dalam satu lembar sesuai formulir One Page Summary (OPS).

Dalam rakor yang mengusung tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif tersebut, turut hadir Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI; Perry Warjiyo, Gubernur BI; Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK; Darmin Nasution, Menko Perekonomian; Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan; Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas; dan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika.

Dalam sambutannya Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dalam mengukur kemajuan bangsa terdapat beberapa indikator penting, seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Inflasi dapat menyebabkan daya beli masyarakat naik atau turun. Lebih lanjut, daya beli yang menurun dapat memicu bertambahnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sedangkan Perry Warjiyo mengungkapkan beberapa daerah telah menggunakan teknologi sebagai salah satu cara mengendalikan inflasi (tpidlombokbarat).


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar