TPID LOBAR-SATGAS PANGAN POLRES LOBAR PANTAU HARGA PASAR


TPID LOBAR-SATGAS PANGAN POLRES LOBAR PANTAU HARGA PASAR

Keterangan Gambar :


Keresahan warga akibat wabah virus corona, sehingga mereka mulai memborong bahan kebutuhan pokok juga disikapi tim Satgas Pangan Lombok Barat. Tim Satgas Pangan dari Polres dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab Lombok Barat, Satgas Pangan yang pimpim Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dhafid Siddiq, SIK bersama Kabid Perdagangan Disperindag Kab.Lombok Barat Abubakar, SE.,MM., Ir.Agus Rahmat Hidayat, beserta anggota TPID lainnya,Senin (23/3) melakukan sidak ke pasar untuk memastikan stok kebutuhan pokok dan memantau harganya.

Dari hasil pantauan tim, dan hasil pengecakan yang dilakukan, saat ini stok sembako dan kebutuhan pokok lainya masih aman, kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan kebutuhan pokok lainnya seperti telur masih aman, hanya ada beberapa bahan seperti rempah-rempah dan bumbu dapur seperti Jahe, kunyit dan lainnya yang stoknya terbatas dan harganya juga mulai naik.

Salah satu pedagang di pasar Gerung mengatakan untuk jahe dari harga Rp. 35 ribu naik menjadi Rp. 40 ribu sampai Rp. 45 ribu. Kunyit dari Rp. 4000 menjadi Rp. 8000. Kencur dari Rp. 57 ribu menjadi Rp. 60 ribu sementara lengkuas masih stabil Rp. 6000, Pedagang lainya mengatakan sejak adanya virus corona jahe dan kunyit mengalami peningkatan permintaan 5 sampai 10 kilogram per hari.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lombok Barat, Abu Bakar, SE.,MM., mengatakan untuk stok sembako masih aman dan harganya relatif normal. “Ketersediaan sembako masih lengkap. dan pendistribusian ke toko-toko dan kios masih berjalan normal. Tidak ada pembelian dalam skala besar-besaran,” jelasnya.

Sementara itu kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhafid Siddiq, SIK mengatakan, pihaknya juga melakukan pengecekan ketersediaan stok di beberapa gudang stok,sampai saat ini belum di temukan kegiatan spekulatif penimbunan barang,apabila di temukan, maka akan di tindak tegas. Sementara itu terkait aksi borong di masyarakat Satgas Pangan Polri menerbitkan surat pengawasan pada para pedagang untuk membatasi penjualan bahan pokok ketika mewabahnya virus Corona. Surat itu ditujukan pada Asosiasi Pedagang dan Pengusaha Ritel di Indonesia. Ada sejumlah pembelian untuk kepentingan pribadi yang dibatasi, seperti beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal 2 kilogram, minyak goreng maksimal 4 liter, dan mi instan maksimal 2 dus.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar